“Saat mengerem, saya bisa mengerem keras, tetapi ketika saya sedang menikung, saya tidak terlalu percaya pada ban depan karena pembalap lain menikung sepenuhnya dan motor berbelok, sementara saya hanya menikung dan menunggu karena saya sudah menunggu ban depan kehilangan cengkeramannya. Meskipun begitu, saya belum pernah mengalami kecelakaan, tetapi mungkin saya perlu mengalami kecelakaan untuk memahami batas kemampuannya,” akunya.
Dengan musim MotoGP 2026 yang segera dimulai, adaptasi Toprak Razgatlioglu terhadap ban Michelin dan motor Yamaha akan menjadi salah satu sorotan utama, terutama melihat reputasinya sebagai spesialis pengereman keras saat masih berlaga di World Superbike. (Yuka/NM)




