24 Time Frame: Heret Frasthio Rangkai Kultur Mods dan Fotografi Analog

0

Heret Frasthio

Bagian pembuka menjadi titik awal untuk memahami akar kultur Mods. Di sini pengunjung diajak melihat sejarah dan para pelaku yang telah menjadi bagian penting dari pergerakan tersebut. Momen itu diambilnya di acara Brighton Mods Weekender di Inggris, dilanjutkan dengan perjalanan menuju London. Ia mengambil momen setiap jamnya selama satu hari satu malam dengan mengandalkan kamera analog.

Heret dituntut harus bisa mencari momen dan mengatur jumlah film di dalam kameranya agar sesuai dengan konsepnya 24 time frame. Ia harus melawan lelah, kantuk hingga dihadapkan pada suasana kriminal di London pada dini hari.

Setelah itu, narasi bergerak menuju bagaimana kultur tersebut berkembang di Jepang dan kemudian diterjemahkan kembali di Indonesia melalui komunitas yang lebih muda.

“24 Time Frame ini sebenarnya perjalanan yang saya susun ulang. Ada sejarah Mods di Brighton Inggris, bagaimana kultur itu berkembang di Jepang dan Indonesia, lalu saya sambungkan lagi dengan pengalaman personal saya lewat fotografi dan karya visual,” kata Heret.

Menurut Heret, foto-foto ini sebelumnya pernah dipajang di JIPFest Jakarta International Photo Festival  dan di Tokyo Street Exhibition.

Atmosfer yang selama ini dikenal dalam perayaan Mods Mayday hadir dalam bentuk yang berbeda. Bukan melalui konvoi atau riding, melainkan melalui rangkaian visual yang menampilkan identitas, ekspresi, dan perjalanan budaya.

Di tengah perjalanan pameran, Heret juga menghadirkan section Blind Pack, ruang interaktif yang memungkinkan pengunjung memilih sebuah gambar secara acak dan membuka hasil akhirnya sendiri.

Konsep tersebut menjadi simbol bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, tetapi tetap layak untuk dijalani.

Baca Juga: 24 Time Frame: Memotret Analog 24 Jam di Inggris oleh Heret Frasthio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − two =