Jelang MotoGP Silverstone: Rossi Mengaku Kehabisan Energi

0
Jelang MotoGP Silverstone
Jelang MotoGP Silverstone
Rossi mengaku banyak menghabiskan energi untuk pertarungan musim 2015 yang berdampak pada penampilan tahun ini. Foto: Yamaha

Naikmotor – Jelang MotoGP Silverstone 2016 yang akan berlangsung Minggu (4/9/2016), Valentino Rossi mereview penampilannya musim ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Setelah menunjukan superioritas sepanjang MotoGP 2015, Valentino Rossi tampil agak melempem musim ini. Pembalap berusia 37 tahun itu mengakui dirinya kehabisan energi, akibat tampil all out musim lalu.

Rossi menjadi pimpinan klasemen nyaris sepanjang musim 2015. Namun, ia akhirnya ia dikalahkan secara dramatis oleh rekan setimnya di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, tepat di akhir musim.

Ia tak bisa berbuat banyak saat harus memulai balapan terakhir di Valencia dari posisi paling belakang, setelah menerima sanksi akibat insiden dengan Marquez di seri Malaysia.

“Tentunya setelah melewati musim seperti tahun kemarin, di mana Anda kehilangan gelar juara setelah usaha (maksimal), dengan cara seperti itu, (musim) selanjutnya akan menjadi biasa saja,” keluh Rossi, dikutip dari Motorsport.

Musim lalu, The Doctor tak sekalipun melakukan kesalahan, dan selalu meraup poin di semua balapan, dan sebelum terjatuh di Austin, ia selalu finis pada 25 balapan MotoGP. Memasuki kompetisi tahun ini, ia menunjukan kemerosotan performa. Dari 11 seri yang telah dilalui, pria kelahiran Tavullia sudah tiga kali tidak mendapat poin (Austin, Mugello, dan Assen).

“Tahun ini, ketika berada di belakang, saya mengambil risiko sedikit lebih besar. Ketika Anda mencapai 20, 21, 22 (balapan tanpa kesalahan), Anda akan mulai merasakan tekanan. Anda akan mulai berpikir ‘ini (insiden) akan terjadi sekarang’. Sangat sulit untuk melewati sepanjang musim tanpa kesalahan,” ungkap Rossi.

Ia menyebut usahanya untuk meraih gelar juara dunia tahun lalu sangat ekstrem, dan hal itu berdampak pada penurunan konsistensinya tahun ini.

“Saya memiliki motivasi besar karena ingin memenangkan balapan dan kejuaraan, tahun lalu saya sangat dekat dengan gelar juara. Rasanya sangat buruk, karena yang terjadi di akhir tahun lalu (sanksi start paling belakang di Valencia) tidak adil. Tekanan dan energi yang saya berikan tahun lalu adalah usaha yang ekstrim. Saya harus menanggung akibat dari usaha yang terlalu keras tahun lalu,” curhat Rossi.

Sisa delapan seri yang harus dilalui musim ini, harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemilik tujuh gelar juara dunia MotoGP itu, jika ingin menyalip poin Marquez yang saat ini unggul 53 poin darinya. Konsistensi akan menentukan hasil yang dituai pada akhir musim nanti.

“Ini memalukan karena saya memiliki potensi untuk bertarung dalam kejuaraan. Karena saya kurang beruntung, dan juga karena kesalahan saya, kami saat ini terlalu jauh dari posisi teratas (Marquez). Kami memiliki potensi, tetapi sayangnya kami tidak memiliki poin yang cukup, jadi target untuk balapan selanjutnya adalah mencoba bertahan di level ini, tetapi yang lebih utama adalah mendapatkan poin yang lebih banyak,” tegas Rossi. (yudistira/nm)

LEAVE A REPLY

*