Ini Dia Profil Para Finalis HMC 2016 (1)

1

NaikMotor – Menjelang Final Battle Honda Modif Contest 2016, 17-18 September 2016, kami akan menurunkan beberapa profil finalis HMC 2016 dari 14 kota di Indonesia.

Profil motor modifikasi yang kami tulis diambil dari berbagai kelas yang dianggap mewakili karya masing-masing kota dengan memperhatikan semua aspek. Untuk mengikuti Final Battel HMC 2016, mereka diperbolehkan memodifikasi kembali motornya.

Berikut di antara para finalis HMC 2016

HMC Bandung

Finalis HMC 2016Dari HMC Bandung, kontestan dengan motor New Tiger Revo 2012 Baronk Custom Bike menjadi ancaman serius di kelas Sport Naked. Dengan konsep modifikasi Neo Classic, New Tiger Revo ini dirancang tampil ekstrem termasuk penggunaan fork depan springer dan ban belakang lebar 240 . Semua bodinya dibuat dari material carbon fiber dengan pengecatan minimalis.

Baronk Custom Bike yang digawangi Hendra Agus juga merupakan juara nasional pada Honda Modif Contest 2015 yang diadakan di Yogyarakarta lalu.

HMC Solo

finalis HMC 2016Workshop Rich Richie Garage Solo mempersembahkan karyanya di kelas Cafe Racer & Bratstyle mengandalkan basis Honda Tiger yang terinspirasi dari motor balap Honda Isle of Man TT Honda RC166. Sebagai besutan untuk kompetisi, motor berjuluk Road Rebels ini memiliki spesifikasi layaknya motor balap jaman dulu, setang clip on rendah,  dibalut fairing serta pijakn kaki atau footstep yang mundur ke belakang.

HMC Makassar

finalis_hmc_makassarDari seri Kota Anging Mamiri Makassar, salah satu kandidat kuat finalis HMC 2016 datang dari kelas FFA di bawah tahun 2006 dengan mengandalkan Honda Tiger 2001 milik Akbar. Gaya tracker modifikator asal Parepare  yang diusungnya sangat kental dengan beberapa modifikasi knalpot Pro Circuit, setang Expedition, swingarm Honda Tiger Revo serta pelek Rossi (17” depan dan belakang.

HMC Banjarmasin

finalis_hmc_banjarmasinMengusung konsep Bagger, Muhammad Shobron yang mengandalkan skutik Honda PCX 2013 tampil beda di kelas Matic Advance. Modifikasi yang menghabiskan biaya sebesar Rp 15 juta tersebut mengaplikasikan teknik pengecatan water transfer grafos dari Sikkens.

Agara tetap bisa melaju di jalanan dengan nyaman, pemiliknya mengambil ban Zeneos dengan ukuran 90/80-14 di depan serta 120/80-14 di belakang. Sementara aksesori lainnya menempatkan produk Ride it, kemudian knalpot Remus, suspensi YSS dan perangkat rem KTC serta Brembo.

HMC Lampung

finalis_hmc_lampungModifikasi yang dikenakan Honda Beat 2011 milik Tommy Faul dari Rumah Airbrush Palembang menyadur gaya speedway. Aliran modifikasi yang populer pada jaman dulu di trek oval ini mencoba dieksplorasi Tommy dengan banyak memanfaatkan standar kecuali di bagian depan dengan mengganti pelek lebih besar dengan fork upside-down. Sementara roda belakang juga dibuat lebih kecil dengan pelek monoblok serta menggunakan ban kasar.

Bagaimana dengan finalis HMC kota lain? tunggu artikel selanjutnya. (Arif/nm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*