Hitung-hitungan Bisnis MXGP Pangkalpinang ala Menpar Arief Yahya

2
Hitung-hitungan Bisnis MXGP Pangkalpinang ala Menpar Arief Yahya
Press conference IndoMXGP Pangkalpinang di Gedung Sapta Pesona, Senin (27/2/2017). Foto: Arif

NaikMotor – Event Sriwijaya Air IndoMXGP Pangkalpinang, 4-5 Maret 2017 mendatang menjadi perhatian besar Kementrian Pariwisata Indonesia. Berikut hitung-hitungan bisnis MXGP Pangkalpinang ala Menpar Arief Yahya.

Usai seri pertama di Qatar, MXGP putaran selanjutnya berlabuh ke Pangkalpinang, yang disambut hangat dunia pariwisata Indonesia. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, mengapresiasi penyelenggaraan event sport tourism internasional tersebut sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata.

Event ini, menurut Menpar Arief Yahya bisa mendukung program Wonderful Indonesia yang tahun ini menargetkan 15 juta wisman (wisatawan mancanegara). “Event Sport Tourism memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat serta mempunyai nilai pemberitaan yang tinggi sehingga menjadi sarana promosi sangat efektif,” ujar Menpar Arief Yahya dalam press conference IndoMXGP Pangkalpinang bersama  Menpora Imam Nahrawi, Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi, Walikota Pangkalpinang Irwansyah, Ketua Umum PP IMI, pihak Sriwijaya Air dan Ligthning Production sebagai penyelenggara, di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017).

 “Ketika Menpar   bertemu dengan Menpora   itu adalah sebuah sinergi yang bagus, dan kita sebut sebagai sport tourism. Kita harus membangun industri ini, seperti halnya sepakbola atau MotoGP yang telah menjadi sebuah industri ,” ungkap Menpar Arief Yahya. Ia lantas mengungkapkan dampak bisnis yang diakibatkan dari penyelenggaraan IndoMXGP ini, meski menurutnya masih sangat kurang promosinya di Indonesia.

MXGP akan disiarkan lebih dari 200 channel televisi dan ditonton lebih dari 1,42 miliar penonton di dunia. Inilah potensi yang harus bisa digarap khususnya menyangkut sektor pariwisata, karena siarannya tidak melalu hanya balapan.  “50 persen pendapatan datang dari advertising, lalu 20 persen dari komersial paling banyak souvenir dan 30 persen dari penjualan tiket.  Media value ini lah yang harusnya dijual bukan hanya sekadar eventnya,” sebut Arief.

Kemenpar sendiri membidik hingga 5.000 kunjungan wisatawan asing ke dalam gelaran MXGP Indonesia 2017. Diperkirakan setiap wisatawan asing mengeluarkan uang hingga USD1.000 selama kunjungannya di ajang MXGP Indonesia. Sedangkan untuk wisatawan lokal ditargetkan 50 ribu orang dengan target pengeluaran mencapai Rp1 juta per orang.

“Anggap saja MXGP ini bisa mengundang 5 ribu wisman, dan seandainya satu orang mengeluarkan  dana 1.000 dolar berarti akan ada 5 juta dolar dan kalau kita kalikan Rp 13 ribu maka bisa menghasilkan pemasukan Rp 65 Miliar yang beredar di Pangkalpinang,” kata Arief Yahya.

Sementara Menpora menyambut baik sinergi event- olahraga berskala internasional seperti MXGP dengan tourism. “Apapun even olahraga baik yang prestasi, rekreasi, maupun extreem sport wajib bersinergi dengan pariwisata, semuanya harus didorong terkait dengan tourism agar para atlet tumbuh tegak dan menjadi industri olahraga yang besar, ” kata Menpora. (Arif/nm)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here