Winglet Dilarang, Ducati Coba Riset Pengereman Regeneratif

1
397
pengereman regeneratif
Ducati tengah mengembangkan pengereman regeneratif di MotoGP. Foto: Bauer Media

NaikMotor – Setelah penggunaan winglet resmi dilarang di MotoGP, Ducati kini tengah mengembangkan teknologi pengereman regeneratif.

Dalam hal meriset motor balap, terkadang beberapa hal yang di luar dugaan tercipta. Di balap Formula 1 yang regulasi sistem aerodinamikanya sudah diatur sangat ketat sekali pun, selalu bisa diakali oleh tim dan manufaktur balap. Ternyata tren ini juga menular hingga ke balap MotoGP. Salah satunya melalui tim Ducati.

Setelah mempopulerkan model sayap atau winglet untuk membuat sistem aerodinamika motor mereka jadi lebih baik, namun tahun depan dilarang, kini, Ducati memperkenalkan sistem baru.

Meski terlihat seperti paket aerodinamika untuk mencegah terjadinya turbulensi udara yang merugikan di bagian roda, tapi banyak pihak meyakini itu juga menjadi sistem pengereman regeneratif yang sedang mereka riset.

Hal ini pertama kali diperlihatkan Ducati melalui tunggangan Michele Pirro. Mereka membuat semacam penutup bagian palang pada pelek bagian belakang. Jika dikatakan fungsinya sama dengan saat sepeda balap menggunakan desain seperti itu, rasanya banyak yang tak yakin. Tapi ketika ada bocoran tentang sistem pengereman regeneratif, banyak yang mulai percaya.

Sistem ini persis seperti teknologi pengereman yang digunakan pada mobil Formula 1. Di mana saat pengereman, ada sistem khusus untuk memanfaatkan energi yang terbuang percuma saat sesi pengereman dalam kecepatan tinggi. T

eknologi ini bakal mengisi tenaga di baterai, dan melepaskan tenaga tambahan itu saat berakselerasi di zona-zona khusus. Dan itu akan terjadi begitu seterusnya.

Lalu apakah ini menjadi asumsi bahwa Ducati menyimpan baterai untuk memberikan tenaga lebih pada mesin konvensionalnya? Rasanya ini masih wacana saja, walaupun tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada teknologi seperti ini di motor MotoGP.

Kalau dianalisis secara data, untuk memanfaatkan energi besar dari hasil pengereman, sepertinya itu lebih cocok untuk ban depan. Mengingat para pembalap lebih banyak memilih untuk melakukan pengereman bagian depan.

Hal lain yang menjadi kejanggalan adalah tentang tenaga besar Ducati. Jika alasannya untuk membuat motor ini semakin garang saat berakselerasi, mungkin akan terbilang berlebihan. Tanpa bantuan tenaga tambahan saja, Ducati sudah kesulitan meredam kemungkinan motor jadi wheelie.

Pastinya potensi wheelie semakin besar jika teknologi baru itu disematkan. Jadi, ya, sebaiknya kita lihat dan tunggu saja hasil riset teknologi ini nantinya. (Spy/NM)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*