Undang Banyak Peminat, Kelas Tiga Roda Jadi Primadona di ISC Seri II

1
ISC Seri II
Kelas balap motor tiga roda menarik banyak peminat di Indonesia Scooter Championship seri II. Foto: Yusuf Arief

NaikMotor – Kelas balap motor tiga roda berlangsung seru dan menarik perhatian penonton Indonesia Scooter Championship (ISC) 2016 seri II, Minggu (2/10/2016).

Motor-motor yang lebih sering digunakan untuk touring itu,ternyata cukup lincah diajak meliuk-liuk di lintasan Sirkuit Karting Sentul, Bogor. Manuver-manuver para pembalap di kelas tersebut terlihat luwes.

Body motor yang besar, dan dua roda di bagian depan, menuntut pembalap untuk bisa mengatur handling dengan baik.

“Kelihatannya memang susah mengendalikan motor seperti ini, tapi nyatanya dua roda di depan itu membuat motor lebih stabil. Ketika masuk tikungan kita harus kontrol jangan terlalu merebah. Kalau sudah terlalu miring, akan terasa di bagian depan. Selain itu, saya juga tidak copot standar (tengah). Kalau terlalu miring, standar itu akan mentok, jadi ketahuan,” jelas Doddy Garnadi dari Prapanca Racing Team, kampiun kelas roda tiga ISC seri II.

Untuk performa, lanjut Doddy, motor-motor tiga roda memiliki kapasitas mesin cukup besar, dan tidak butuh banyak perubahan. Sektor CVT dan kaki-kaki bisa sedikit disentuh jika ingin lebih ngacir dan stabil untuk balapan.

“Motor saya benar-benar standar, tidak ada ubahan. Kalau mau lebih enak di sirkuit seperti ini, bisa pakai roller lebih enteng, dan suspensi diganti supaya lebih mantap. Suspensi standar itu hanya bisa disetel tingkat kekerasannya saja, tadi saya pakai setelan medium, dan lumayan enak,” ucap pria yang menunggangi Piaggio MP3 itu.

Keseruan pada gelaran balap tiga roda untuk kali pertama, diyakini Doddy akan berlanjut. Bahkan, ia memprediksi ke depannya balapan tersebut akan mendulang kesuksesan.

“Kelas Motor roda tiga yang baru pertama kali dibuat ini menyenangkan. Nantinya pasti banyak berminat ikut tampil di kelas tersebut. Motornya memang lumayan mahal. Kalau mau cari, Piaggio MP3 buatan tahun 2008 itu sekitar 100 jutaan harganya,” papar pria berbadan kurus itu. (Yudistira/nm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*