Perang Para Fans di Sepang, Apa Jadinya MotoGP Tanpa Rossi?

0
199
Fans-Perang-Moral-MotoGP-Sepang
Serunya MotoGP Sepang tidak hanya tertuju pada pertarungan Rossi melawan Marquez, namun juga dukungan para fans di tribun Sepang. Foto: Spy

Sepang (naikmotor) – Selain keseruan di lintasan yang terjadi antara Valentino Rossi dan Marc Marquez, ada keseruan lain yang tidak kalah menarik saat MotoGP Sepang, Malaysia berlangsung. Yaitu perang moral antarfans. Mirip dengan suporter sepakbola yang meneriakkan yel-yel, namun kali ini hanya memberikan dua tanda yaitu teriakan Wuuuuu dan tepuk tangan.

Ada tiga kubu fans besar saat balapan berlangsung akhir pekan lalu itu. Yaitu, kubu pendukung Rossi, kubu pendukung Jorge Lorenzo dan kubu pendukung Marquez. Ketiga pendukung tentunya selalu memberikan dukungan penuh pada masing-masing idolanya.

Namun yang paling banyak adalah fans Rossi. Uniknya mereka selalu memberikan teriakan “Wuuuuu” saat Lorenzo melintas atau disorot kamera. Sementara ketika Rossi yang disorot, riuh rendah penonton jadi sajian hangat. Fans yang terbilang netral adalah kubu Marquez.

Tapi kubu ini terlihat sangat kecewa ketika insiden antara Rossi dan Marquez terjadi. Mereka banyak yang menyayangkan tindakan Rossi, padahal saat itu vonis siapa yang salah atas siapa belum ditentukan. “Sayang, kenapa pembalap juara dunia seperti itu, mentalnya jadi rusak ya?” ujar salah seorang fans Marquez.

Namun yang cukup menohok adalah karena perang moral fans ini diprediksi jadi penyebab Lorenzo meninggalkan podium usai merayakan victory champagne. “Sayang ya, Lorenzo juga tidak berjiwa besar. Tak tahan dengan celaan para fans,” klaim Handy, yang merupakan fans di kubu Rossi.

Fans yang malah tampil dengan kegembiraan namun tetap tenang adalah fans Dani Pedrosa. Mereka hanya menyesalkan insiden antara Rossi dan Marquez terjadi, namun bergembira karena pembalap idolanya akhirnya tampil kompetitif di akhir musim. Berbeda dengan fans sepakbola, fans balap cenderung menjaga kebersamaan meski beda idola. (Spy/NM)

LEAVE A REPLY

*