Ini Alasan Honda Hilangkan Kick Starter pada Motor Matic Terbarunya

0
72
New Honda Vario 160
AHM meluncurkan skutik ALl New Honda Vario 160, Rabu (2/2/2022). Foto: AHM

NaikMotor – Dewasa ini, motor-motor matic keluaran terbaru sudah tak lagi memiliki kick starter atau engkol. Seperti apa yang dilakukan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) terhadap motor matic terbarunya.

Padahal, kehadiran kick starter cukup penting, apalagi ketika aki motor sudah mulai melemah. Absennya peranti ini jelas menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Reza Resdie selaku Technical Service Division PT AHM, menyebut bahwa ada alasan tersendiri mengapa AHM akhirnya menghilangkan kick starter pada jajaran matic terbarunya.

Kick starter matic Honda
Kick starter pada sepeda motor matic Honda keluaran tahun lama. Foto: Galih

Menurut Reza, penggunaan kick starter oleh konsumen saat ini sudah mulai jarang. Hal ini semakin didukung oleh survei internal yang dilakukan oleh tim marketing AHM sehingga akhirnya pabrikan raksasa asal Jepang ini menghilangkan fitur tersebut.

Sebagai gantinya, AHM menampilkan fitu indikator kondisi aki atau baterai pada tampilan dashboard motor. Indikator ini akan memberi informasi kepada pengguna jika aki motor sudah mulai melemah, baik berupa angka voltase dan gambar baterai merah menyala.

“Kalau kita lihat dari data survei marketing ke konsumen-konsumen segmented matic premium, penggunaan kick starter itu sudah sangat jarang. Karena inilah kami hilangkan. Sebagai gantinya, untuk sisi awareness memperhatikan kondisi baterai, maka kami tambahkan fitur voltase baterai tadi,” kata Reza.

Indikator tersebut disebut akan lebih menghemat budget. “Kita bisa tahu tegangan baterai aktual sisa berapa. Jadi, tidak perlu lagi untuk menambah part aftermarket voltmeter,” ujar Reza.

Indikator voltase aki matic Honda
Indikator voltase aki pada sepeda motor matic Honda keluaran terbaru. Foto: Galih

Menurut Reza, voltase aki normalnya akan berada di angka 12 Volt. Jika tegangan aki turun menjadi 11,6 Volt, maka akan muncul indikator baterai berwarna merah.

Di kondisi seperti ini, motor memang masih bisa dihidupkan meski ada beberapa catatan. Motor baru bisa benar-benar tidak bisa dihidupkan jika angka voltasenya sudah menyentuh angka 11V.

“Itu artinya kondisi baterai sudah rendah, tetapi motor masih bisa dihidupkan. Saran saya adalah agar konsumen tidak mengaktifkan fitur Idling Stop System (ISS). Juga dianjurkan agar segera mengganti aki,” ucap Reza.

Jika aki motor sudah drop, bahkan ketika masih di tengah perjalanan dan tidak ada bengkel di lokasi tersebut, Reza menyarankan untuk konsumen agar tidak melakukan jumper karena dikhawatirkan justru semakin memperburuk kondisi baterai.

“Kalau benar-benar ngedrop, di aftersales kita ada namanya layanan Honda Care. Jika kondisinya jauh dari AHASS, bisa hubungi ke sana untuk dibantu penanganan motornya. Agar tidak perlu lagi jumper karena jumper itu kan ‘abnormal’ karena semua ATPM tak menyarankan, nanti takutnya ada sistem kelistrikan yang justru bermasalah dan membahayakan,” tuturnya. (Galih/Prob/NM)

LEAVE A REPLY

*